Dulu, manusia bermimpi bisa bicara dengan benda. Sekarang, mimpi itu telah menjadi nyata. Salah satunya berkat teknologi chatbot. Lalu apa yang membuat chatbot mampu berkomunikasi laiknya manusia?

Ada beberapa hal yang mendukung lahirnya chatbot, di antaranya AI (Artificial Intelligence), Machine Learning, Deep Learning, dan NLP (Natural Language Processing).

AI atau kecerdasan buatan merupakan cabang ilmu komputer yang diperkenalkan pada tahun 1960-an. Cabang ilmu ini berkaitan dengan kemampuan komputer untuk berbicara, mengenali benda, dan menerjemahkan sesuatu.

Seiring waktu, AI terus berkembang. Ia mampu berpikir laiknya otak manusia. AI bisa mengenali, membangun, tumbuh, menemukan cacat, memperbaiki, dan berpikir kreatif.

Selain AI, chatbot juga didukung oleh NLP. Sesuai namanya, teknologi ini berfungsi untuk memahami bahasa percakapan. NLP menerima pesan dari luar untuk diterjemahkan sebagai perintah. Selanjutnya, NLP merespons sesuai database yang dimiliki. Di sinilah terjadi percakapan antara manusia dengan komputer.

Teknologi lainnya adalah Machine Learning. Teknologi ini memungkinkan mesin untuk belajar dengan sendirinya. Mereka memproses data-data yang ada untuk bahan analisis agar lebih pintar.

Sedangkan Deep Learning adalah bagian lebih dalam dari Machine Learning. Dengan algoritma yang kompleks, mesin terus berinovasi untuk mendekati kemampuan manusia.