Jutaan orang di Indonesia sudah keranjingan pakai chatbot. Ada banyak manfaat yang diberikan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ini.

Menurut Investment Manager Plug n Play Singapura, Wayne Soh, chatbot adalah level rendah dari AI. Perlu investasi besar-besaran agar AI semakin berdampak positif bagi manusia.

-Wayne Soh-

“Chatbot termasuk level terendah AI. Nantinya, AI bisa digunakan di semua bidang kehidupan. Tidak hanya business to consumer (B2C) tapi juga B2B (business to business) dan lainnya,” kata Soh.

Soh senang beberapa perusahaan di Indonesia sudah mulai mengadopsi AI. Dia berharap startup Indonesia bisa menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi AI.

“Di Indonesia banyak pakai chatbot. Itu masih low-level dari adopsi AI. Lagipula, chatbot
hanya menggunakan platform yang sudah ada, bukan menciptakan teknologi baru dengan AI,” sambung Soh.

Meski demikian, Soh tak menyangkal jika mengimplementasikan AI dalam kehidupan sehari-hari adalah hal sulit. Salah satunya karena butuh investasi sangat besar. Namun, bukan berarti Indonesia tak bisa menerapkannya.

“Indonesia berpotensi untuk ini. Intinya bagaimana menggantikan tenaga manusia dengan kecerdasan buatan, membuat lebih efisien, termasuk dalam hal pelayanan pelanggan,” ungkap Soh.