Chatbot semakin banyak diminati masyarakat. Buktinya, pengguna chatbot makin hari makin meningkat. Efesiensi waktu jadi alasan utama masyarakat memilih chatbot. Jika respons manual biasanya butuh waktu 3-7 menit, chatbot hanya butuh 1-3 detik.

“Semakin banyak yang mengandalkan chatbot sebagai asisten pribadi,” ungkap Dean Donaldson, Digital Futurologist Kaleidoko.

Menurut Donaldson, kehadiran chatbot bisa berdampak negatif pada hubungan antar-manusia. Apalagi, teknologi chatbot terus berkembang.

“Pada tahun 2020, masyarakat mungkin lebih banyak bicara dengan chatbot ketimbang pasangannya. Bisa jadi posisi pasangan banyak digantikan oleh chatbot,” ujar Donaldson.

Setidaknya ada lima tipe chatbot yang diprediksi bakal marak dua tahun ke depan, yakni Utility Bot, Character Bot, Shopping Bot, User Generated Content Bot, dan News & Entertainment Bot. Raksasa teknologi macam Google, Microsoft, dan IBM telah mengucurkan investasi besar-besaran untuk meningkatkan kemampuan chatbot.